
Bedazzled
-(Sebuah Film tentang eksploitasi keinginan manusia untuk memiliki kebebasan dalam memilih takdir)-
-“Is There any God?” ( Elliot)
Setiap manusia di doktrin agar mempercayai bahwa ada suatu zat yang mengatur hidup kita, bahwa takdir kita telah ditentukan sebelum kita eksis di dunia. Hal ini tidak salah, kita hidup saat ini hanya sebagai jembatan menuju tingkat kehidupan yang lain. Bagaimana sebuah jembatan dapat tercipta tanpa seseorang yang mendirikannya. Dan untuk apa sebuah jembatan tanpa seorang pun untuk melewatinya? Akan tetapi alangkah bodohnya manusia jika mereka merasa hidup adalah melangkah di atas jembatan yang lurus dan tidak berliku, karena jembatan ini tidak bisa kita lalui dengan memejamkan mata atau berharap sang arsitek bersedia memberikan denah jembatannya dengan cuma-cuma.
Hidup adalah tentang mempelajari, belajar tentang hal-hal di luar kekuasaan kita hanya akan menggiring kita ke sisi terapuh jembatan, yang kemudian akan mengantarkan kita ke jurang tanpa dasar yang tidak akan membawa kita kembali ke atas untuk menyelesaian perjalanan kita.
Kematian adalah tentang menyimpulkan, akhir yang menjadi awal dari sesuatu yang benar-benar berbeda dari hal yang berkaitan tentang kehidupan. Apakah berorientasi ke surga atau neraka? …
-“Heaven or hell is in Your self.. (The devil)-
Kita tidak tahu dan tidak perlu tahu. Karena kita memiliki kebebasan untuk memilih. Demikian pula dengan pertanyaan yang berada di awal tulisan ini. Apakah tuhan benar-benar ada? Sekali lagi kita memiliki kebebasan untuk memilih, apakah kita ingin mempercayainya atau tidak..
Sebagaimana seorang Elliot yang sempat memilih jalan pintas, untuk menjual jiwanya sebagai ganti atas takdir hidupnya. The Devil tidak memaksanya, melainkan memberikannya pilihan, karena hidup ini berupa kumpulan titik putus-putus yang hanya akan berbelok bila kita berusaha untuk mengubahnya. Sekali lagi takdir memang telah digariskan, tetapi garis ini tidak lurus.. ia bercabang hingga beribu bahkan berjuta.. Tinggal keberanian dan keyakinan kita untuk memilih.. dan menyadari bahwa memang ada sesuatu yang memiliki segalanya. Jauh sebelum kita menyadari apa yang kita miliki dari-NYA…
-“…Because that soul was never belong to you, it belongs to HIM”
(The Man on The Jail)-
-ravewriten, March 2004-
(if you like my writing desk,and willing to share it with others,
start your copy paste here, not above it)
No comments:
Post a Comment