Welcome to RaveWriten's writing desk

Architext, design thinker, social entrepreneur..

Sunday, March 14, 2010

ctrl + alt +del

Kendali, pilihan, hapus

Berawal dari ausnya tombol ESC pada papan ketik  yang sudah dipakai selama 5 tahun terakhir. Tersadarkan bahwa dari papan hitam inilah, sebuah proses berpikir tersalurkan.

Dari sebuah daerah abstrak di bagian kecil otak, menuju perintah syaraf motorik jemari, yang akhirnya menekan tombol-tombol perintah keyboard , yang lalu di proses oleh CPU, untuk kemudian ditampilkan pada layar monitor. Sebuah proses panjang dan terjadi dalam waktu luar biasa singkat yang memberi sebuah gambaran bagaimana ide abstrak menjadi materi yang nyata dengan bantuan kecerdasan buatan manusia.

Kolam

Kolam itu kau..
tempat berkacaku memandangi diri
menceburkan sepi saat sendiri..

meregukmu kala ku haus
menyeretku untuk terbius..

tak sekedar menyelamimu..
bahkan ku rela hancur di dasarmu..

menangisiku..
mengisimu..

ravewriten, february 2002
(likes? copy paste from here. not from above it..thank you)

DIA yang tak sanggup ku sebut namaNYA

dalam pekat teramat sangat..
KAU bahkan lebih mendekat
dalam sunyi sepi sendiri..
sinarMU terang temani

dalam beku, retak sendiriku..
dalam hancur luluh jiwaku..
dalam tersendatnya seluruh nadiku..
dalam.. sepenuh KAU dan aku..

KAU menamakan aku manusia
aku yang akan selalu berkata
kaulah..
Dia yang tak sanggup ku sebut namaNYA

ravewriten, June 2002

(likes? copy paste from here..not from above it. thankyou..)

Jatuh

aku jatuh..
jauh..
sesuatu telah hilang..
dengan apa ku melayang..

ada yang tumpah..
luka merekah..
yang kau rengut seluruh..
darah, tangis, dan peluh..

aku terisak.. (ada yang menderas)

aku terdiam.. (ada yang mengalir)

aku terbahak.. (.........................)

dalam tawa, aku pertanyakan
sayapku belumlah tumbuh
apa yang kau patahkan
hingga ku jatuh..?

ravewriten, may 2002

(likes? copy paste from here not from above it. thank you..)

embun, kolam dan bintang

setetes embun jatuh ke kolam
embun itu punya tempat untuk pulang
menyayang..
dan disayang..

aku bintang tunggal di langit keruh
dengan sinar redup dan rapuh
saat bintang lain jatuh..
aku tetap sendiri tak tersentuh..

berikan aku satu, satu yang mengertiku..
berikan aku sebelah sayapku lagi..
atau ku tak'kan terbang tinggi..
dan mati..
sendiri..

-ravewriten, january 2002-

(likes? copy paste here, not from above it)